Selasa, Oct 26, 2021

SIMPOSIUM NASIONAL : MEMBANGUN ROMANTISME DALAM RUMAH TANGGA ALA RASULULLAH SAW

Sebagai tindak lanjut dari MoU antara UIN Satu Tulungagung Jawa Timur dengan IAIN Kudus Jawa Tengah. Maka kedua belah pihak menggelar acara Simposium Nasional Online yang dilaksanakan pada hari Selasa, 10 Agustus 2021. Acara spektakuler tersebut dilaksanakan oleh Panitia Pelaksana yang sepenuhnya dari kalangan mahasiawa UIN Satu Tulungagung, yang tergabung dalam KKN VDR 16. Tim tersebut diketuai oleh Moh. Zainuddin Musthofa, Sekretaris Tri Wulan Oktafiyana, dan Bendahara Mujiana A.T. Adapun ketua divisi moderasi beragama adalah sahabat Vionita Putri Meitasari.

Tujuan utama dari simposium tersebut antara lain: Pertama, memberikan edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya romantisme dalam kehidupan berkeluarga. Kedua, upaya mencegah kasus perceraian yang terus melonjak sebagaimana ditegaskan oleh Kamaruddin Amin bahwa angka perceraian di Indonesia khususnya yang beragama Islam, pada tahun 2019 mencapai 480.618 kasus. Angka tersebut mengalami peningkatan setiap tahun sejak tahun 2015.  Ketiga, memberikan edukasi bagi para pemuda, mahasiswa dan pelajar Indonesia tentang pentingnya mempersiapkan pernikahan dengan matang, dari sisi emosional, intelektual dan jugaf finansial. Diberitakan bahwa Pandemi Covid-19 membawa masalah baru dengan meningkatnya jumlah pernikahan dini di Indonesia. Pada Januari-Juni 2020, 34.000 permohonan dispensasi pernikahan dini (di bawah 19 tahun) diajukan, 97% di antaranya dikabulkan, seperti dikutip dari BBC.com. Padahal sepanjang 2019, hanya terdapat 23.700 permohonan.

Dr. Ivan Alfian, M.Pd sebagai Dosen Muda yang penuh bakat dan inovasi berasal dari IAIN Kudus Jawa Tengah, beliau didaulat sebagai Narasumber Utama dalam simposium tersebut. Sedangkan Kajur Manajemen Dakwah (Dr. Ois) dari UIN Satu Tulungagung Jawa Timur didaulat untuk menjadi Narasumber Kedua dalam acara Simposium Nasional Online yang dihadiri oleh 513 peserta dari kalangan mahasiswa, pelajar, guru, dosen, praktisi pendidikan, peneliti dan masyarakat umum.

Dr. Amad Nurcholis menyampaikan artikel dengan judul “FILOSOFI ROMANTISME NABI DALAM KONTEKS KELUARGA MILENIAL". Beliau menegaskan bahwa ROMANTISME KELUARGA: Pada prinsipnya adalah Cinta yang dibalut dengan Rasa Humor, Perhatian, Pengabdian dan Tanggung  Jawab antara Suami dan Istri. Bahwa Pernikahan adalah SENI MENGALAH. Hidup ini Mencintai Bukan Dicintai. Hidup ini Memberi Bukan Menerima. Hidup ini Memahami Bukan Minta Dipahami.

Sedangkan Dr. Ivan menerangkan bahwa "Ketentraman hati, kedekatan emosional, dan spiritual Islam itulah sejatinya menjadi nutrisi terbaik dan utama untuk hadirnya romantisme terindah yang seharusnya diimpikan pasangan suami-istri". Simposium dilatarbelakangi oleh kasus perceraian yang Melonjak Tajam (rata-rata 400 Kasus Perceraian Per Bulan). Terbanyak di Tasikmalaya, Malang, Mojokerto, Tulungagung. Disamping itu juga Penyakit Mental era Milenial (Will to Work, Will to Money, Will to Plesure, Will to Power) dan juga Pernikahan Usia Muda, yaitu perempuan kurang dari 16 tahun dan laki-laki kurang dari 19 tahun. (ois-wulan)