Jumat, Jan 22, 2021

Training Spiritual The Miracle of Rasa Ruhani

Tulungagung, 20 November 2019, Visi dari jurusan Tasawuf dan Psikoterapi adalah menjadi jurusan yang unggul dalam mencetak sarjana psikoterapi berbasis tasawuf. Salah satu misi jurusan Tasawuf dan Psikoterapi IAIN Tulungagung adalah menyelenggarakan pendidikan tinggi yang berorientasi pada pengkajian, penguasaan dan pengembangan wawasan keilmuan di bidang tasawuf dan psikoterapi. Upaya pencapaian visi dan misi tersebut perlu diimplementasikan melalui realisasi berbagai kegiatan yang relevan.

Untuk mewujudkan misi tersebut maka jurusan Tasawuf dan Psikoterapi IAIN Tulungagung menyusun program kegiatan pelatihan terapi sufistik bertajuk “training spiritual the miracle of rasa ruhani “. Training ini merupakan salah satu dari sekian kegiatan pelatihan psikoterapi islami yang dapat memperkaya referensi ketrampilan mahasiswa jurusan Tasawuf dan Psikoterapi. Pendekatan spiritualiats dipilih karena pendekatan ini sangat relevan dengan kebutuhan di masyarakat saat ini dimana pada kehidupan yang semakin modern ini semakin berkembang pula berbagai penyakit berupa gangguann kejiwaan dimana solusinya seringkali dikembalikan pada aspek spiritualitas.

Tujuan dari Kegiatan Training Spiritual the Miracle of Rasa Ruhani ini adalah peserta memperoleh pengetahuan teoritis dan kemampuan praktik terapi Rasa Ruhani sehingga dapat diterapkan pada diri sendiri dan praktik terapi sufistik dengan orang coba. Sasaran/target dari kegiatan ini adalah mahasiswa aktif jurusan Tasawuf dan Psikoterapi IAIN Tulungagung untuk semua semester atau semua angkatan yang mendaftarkan diri sebagai peserta pelatihan. Terdapat 40 orang peserta dari mahasiswa jurusan Tasawuf dan Psikoterapi dan 3 orang peserta dari unsur dosen. Pelatihan dilaksanakan selama dua hari dimana sesi eksplorasi teori dilakukan pada 2 jam pertama selanjutnya dilanjutkan dengan praktek.

Sebagai narasumber/pelatih pada kegiatan ini adalah adalah Dr. Muhammad Iqbal Irham M.Ag dari Universitas Negeri Sumatera Utara. Secara garis besar narasumber menyampaikan tujuh materi utama yang dilanjutkan dengan aplikasi/praktek. Materi  tersebut adalah; metode taslim (menentramkan pikiran, mengheningkan jiwa dan menentramkan hati), Dzikir qalbu (dzikir tanpa suara, huruf dan bacaan), thuma’ninah, khusu’, mengenal diri, dan self healing. Untuk mencapai ketujuh tahapan sesuai materi tersebut, maka terdapat tujuh langkah aplikatif yang bisa ditampilkan dalam praktek terapi.

Training ini dlakukan dengan tanpa menggunakan media apapun dalam prktek aplikasinya, baik berupa musik, suara-suara tertentu, atau orasi yang berlebihan. Namun demikian hasil, manfaat dan dampak yangdirasakan peserta setelah mengikiuti sesi training ini sangat positif. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa peserta pasca pelatihan dapat disimpulkan beberapa manfaat yang dirasakan mereka.