Selasa, May 26, 2020

Mahasiswi KPI IAIN Tulungagung Sabet Juara 2 Lomba Fotografi Mahasiswa Bertema Islam Nusantara

Tulungagung – Disky, mahasiswi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) semester 7, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, IAIN Tulungagung berhasil menorehkan prestasi dengan menyabet gelar juara 2 lomba fotografi mahasiswa, Jumat (13/12) lalu di Perpustakaan IAIN Jember. Lomba yang diselenggarakan oleh Perpustakaan IAIN Jember ini bertemakan “Islam Nusantara” untuk tingkat mahasiswa aktif dari semua perguruan tinggi di seluruh Indonesia. “Awalnya nggak nyangka saja foto saya bisa mewakili kampus masuk nominator lomba fotografi mahasiswa tingkat nasional, padahal banyak foto peserta lainnya yang lebih bagus,” kata Disky Eka Nindy G.

Foto berjudul “Muraja’ah” yang dikirimkan Disky berhasil memikat mata para juri dengan menetapkannya sebagai 5 nominator foto diantaranya dari IAIN Jember, IKIP PGRI Jember, dan Universitas Jember. Kemudian ke-5 nominator tersebut bersaing dihadapan dewan juri dengan mempresentasikan hasil karya foto yang telah dibuatnya. Mohammad Solihin, dosen fotografi, IAIN Tulungagung mengatakan setelah mendengar kabar dari mahasiswanya masuk nominator dan harus mempresentasikan karyanya, segera memberikan arahan-arahan. “Iya, satu hari sebelum presentasi Disky, saya berikan arahan dan melatihnya apa saja yang harus dipaparkan terkait fotonya serta bisa menjelaskan ketika dewan juri menanyakan tentang foto yang dibuatnya,” terangnya.

Dalam paparannya, Disky menjelaskan mengapa memilih foto yang diambilnya di Pondok Pesantren Al-Fattah Putri, Desa Mangunsari, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung dengan judul “Muraja’ah” ini untuk diikutkan dalam lomba fotografi mahasiswa. “Muraja’ah” sendiri merupakan cara untuk tetap memelihara hafalan al-Qur’an supaya tetap terjaga. Karena tanpa melakukan Muraja’ah maka hafalan itu akan lupa bahkan hilang dari ingatan kita. “Ada dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa kita harus selalu berhati-hati menjaga hafalan al-Qur’an yang dimiliki,” paparnya dihadapan dewan juri lomba. “Mengenai teknik fotografinya sendiri saya menggunakan komposisi rule of third atau aturan sepertiga bidang yang pernah saya dapatkan saat materi di kelas mata kuliah teknik fotografi,” tambahnya.