Kamis, Feb 25, 2021

Mahasiswa Jurusan IAT Raih Juara 1 MKTIT Nasional

Jakarta (Kemenag) --- Mahasiswa peserta beasiswa bidikmisi IAIN Tulungagung Setiamin berhasil memenangi Lomba Karya Tulis pada Musabaqah Karya Tulis Tafsir (MKTT) Nasional dan Tadarus Nusantara. Event ini diselenggarakan oleh Ikatan Sarjana Quran Hadis (ISQH) dan Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir Hadis Indonesia.

Dalam even yang digelar sejak 10 Mei 2017 tersebut, mahasiswa Semester VI Jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir ini mengangkat tema Merawat Kebhinekaan Berbasis Pendidikan Multikultural: Analisis ayat ayat Al-Quran dengan Pendekatan Hermeneutika Abid Al Jabiri. Karya tulis Setiamin ini lolos pada tahap presentasi.

Ditemui humas, Rabu (14/06), Setiamin berkisah kalau ada lima karya tulis yang masuk seleksi dari 4 kampus, yakni UIN Antasari Banjarmasin, IAIN Tulungagung, Sekolah Tinggi Filsafat Islam (STFI) Sadra, dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Karya tulis terseleksi itu dipresentasikan di Masjid Istiqlal Lantai 2 pada Senin, 12 Juni 2017 lalu, di hadapan dewan juri.

"Alhamdulillah, saya mendapat Juara I Lomba Karya Tulis Tafsir tingkat Nasional tersebut," ujar Setiamin yang sebelumnya meraih medali perunggu cabang lomba Musabaqah Makalah Al Quran (MMQ) pada Pekan Ilmiah, Olah Raga, Seni, dan Riset (PIONIR) VIII Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) di Aceh beberapa waktu lalu.

"Juara II diraih Tri Hermawan dari UIN Antasari Banjarmasin, sedang juara III diraih Nur Kholis dan kawan-kawan dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta," sambungnya.

Setiamin mengaku senang usahanya diganjar prestasi, terlebih hal itu juga membuat orang tua dan dosennya bangga. Dia mengaku awalnya mengalami kesulitan saat akan ikut lomba. Selain harus menyelesaikan tugas ujian akhir semester, saat presentasi dia juga harus berhadapan dengan kondisi kesehatan yang kurang bagus.

"Tapi alhamdulillah, semua kendala tersebut bisa dilalui dan berhasil memperoleh prestasi maksimal," tuturnya.

Ketua Panitia Dede Jeri Ardian saat dikonfirmasi menyampaikan, MKTT Nasional bertujuan memberikan wadah aktualisasi mahasiswa Tafsir Hadits. Even tahun ini merupakan kali kedua.

Menurut Dede, MKTT Nasional dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama, seleksi karya tulis oleh tim riview. Tahap kedua, peserta terpilih mempresentasikan dan mempertahankan opininya di hadapan dewan juri.

"Tidak hanya menulis, namun untuk mencapai final peserta harus mampu mempertahankan opininya di depan para penguji. Jadi karya tulis mereka benar-benar teruji dan bisa dipertanggungjawabkan secara akademik," kata Dede yang juga mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat Islam (STFI) Sadra Jakarta.

Rektor IAIN Tulungagung, Maftukhin mengaku bangga dengan prestasi Setiamin. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa IAIN Tulungagung juga mampu bersaing dengan perguruan tinggi yang lebih dulu besar.

"Apalagi Setiamin adalah mahasiswa peserta beasiswa bidikmisi, yang difasilitasi oleh pemerintah supaya menjadi generasi yang unggul dan berprestasi," kata Rektor.

Prestasi tersebut, lanjut Maftukhin, juga menunjukkan bahwa pendistribusian beasiswa bidikmisi di IAIN Tulungagung tepat sasaran. Beasiswa bidikmisi berhasil memunculkan mahasiswa yang berprestasi layaknya Setiamin dari IAIN Tulungagung.

"Kami berharap, prestasi Setiamin bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lain, terutama peserta bidikmisi maupun mereka yang mendapatkan UKT 0 untuk bisa mengukir prestasi terbaik," pungkasnya. (aziz/mkd/mkd)

Sumber:

-      https://www.kemenag.go.id/berita/504750/mahasiswa-bidikmisi-iain-tulungagung-juara-mktt-nasional

-      http://iain-tulungagung.ac.id/berita/773-mahasiswa-bidikmisi-iain-tulungagung-juara-mktt-nasional