Kamis, Feb 25, 2021

KMJ BKI Selenggarakan Seminar dengan Tema “Membentuk Pribadi Sehat Melalui Pendekatan Konseling Qur’ani”

Tulungagung. Komunitas Mahasiswa Jurusan (KMJ) Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah IAIN Tulungagung menggelar Seminar Konseling Islam dengan tema “Membentuk Pribadi Sehat Melalui Pendekatan Konseling Qur’ani”. Seminar yang dilaksanakan di Aula Gedung KH Syaifuddin Zuhri kampus IAIN Tulungagung pada Senin, 26 September 2016 ini menghadirkan Dr. Elfi Mu’awanah, S.AG., M.Pd. sebagai narasumber. Seminar ini dibuka mulai pukul 8 pagi hingga pukul 12 siang dengan dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas di IAIN Tulungagung.

Acara seminar dibuka dengan sambutan dari Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, Dr. Abad Badruzaman, Lc., M.Ag. Dalam sambutannya, Abad Badruzaman menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah menyiapkan acara seminar ini. Dekan memberi sanjungan kepada mahasiswa atas keberhasilan melaksanakan event yang pertama kali digelar oleh KMJ BKI. Pada kesempatan ini Abad Badruzaman menyampaikan hasil pertemuan Forum Dekan di Jakarta berupa keputusan bahwa Jurusan BKI tetap berada di bawah Fakultas Dakwah dan fokus pada pelayanan masyarakat.

Elfi Mu’awanah dalam paparannya memperkenalkan dua istilah dalam bimbingan konseling, yakni KES (kehidupan efektif sehari-hari) dan KES-T (kehidupan efektif sehari-hari terganggu). KES adalah seseorang yang memiliki acuan positif, sedangkan KES-T adalah seseorang yang memiliki acuab menyimpang. Dalam Islam, konseling merupakan upaya pengubahan tingkah laku yang dapat digunakan konselor dengan menggunakan ajaran Islam baik berasal dari Al-Qur’an, Hadis ataupun tradisi Islam yang dipahami dapat berperan dalam membangun individu KES.

Dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Tulungagung ini menceritakan penelitiannya tentang ayat-ayat Al-Qur’an yang berisi contoh pengubahan tingkah laku. Tidak kurang ada 18 proses pengubahan tingkah laku yang ditemukan dalam kandungan Al-Qur’an dan terdapat 290 ayat Al-Qur’an yang dapat dijadikan pengembangan ilmu bimbingan dan konseling. Temuan ini bisa menjadi pijakan bagi para mahasiswa calon konselor dari IAIN Tulungagung. “Menjadi konselor Islam seyogyanya apapun yang dilakukan dirinya dan pengejawantahannya bersumberkan ajaran Islam terlebih untuk membangun KES klien” ujarnya.[*]