Kamis, Feb 25, 2021

HMJ TP Selenggarakan Seminar Nasional Kesehatan Jiwa

Tulungagung. Kesehatan jiwa sangat penting untuk menunjang keberhasilan tiap individu dalam rangka mengembangkan diri secara optimal. Oleh karena itu, psikoedukasi diperlukan untuk memberikan pengenalan dini bagi setiap pribadi terkait masalah kejiwaan yang umum diderita masyarakat seperti depresi, kecemasan, ketergantungan, kepanikan, fobia (ketakutan), hingga masalah kejiwaan berat seperti keterbelakangan mental dan skizofrenia. Untuk itu, Himpunan mahasiswa Jurusan (HMJ) Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah IAIN Tulungagung bekerjasama dengan Komunitas Peduli Schizophrenia Indonesia (KPSI) Tulungagung menyelenggarakan Seminar Nasional Kesehatan Jiwa (4/9) yang bertajuk “Raising Awareness on Mental Health Issue for the Society”.

Bertempat di Gedung Aula Utama IAIN Tulungagung, seminar ini dihadiri oleh 150 peserta dari mahasiswa dan umum serta 100 undangan dari praktisi kesehatan di Kabupaten Tulungagung. Seminar dilaksanakan mulai pukul 08.00-12.00 WIB. Seminar ini mengundang empat pembicara, yaitu Prof. Hans Pols (University of Sydney), Dr. Diana Setyawati, M.HSc.Psy, Ph.D. (Universitas Gadjah Mada), dr. Hervita Diatri, Sp.KJ (RSPUN Dr. Cipto Mangunkusumo), dan Agus Sugianto, S.Pd. (Aktifis Kesehatan Jiwa).

Seminar nasional ini dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Administrasi & Keuangan, Hj. Uswah Wardiana, M.Si. Dalam sambutannya, Uswah Wardiana memperkenalkan Prodi Tasawuf dan Psikoterapi (TP) sebagai prodi yang berorientasi pada pengkajian, penguasaan dan pengembangan wawasan keilmuan di bidang tasawuf dan psikoterapi. Prodi TP bertujuan membentuk sarjana yang mampu memadukan nilai-nilai profetis dan humanis dalam bingkai ilmu-ilmu tasawuf dan psikoterapi serta memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam mencari solusi bagi masalah kejiwaan pada individu maupun kelompok sosial. “Ke depan, kami mengharapkan terjalinnya kerjasama antara prodi TP dengan instansi kesehatan dan rumah sakit di Tulungagung dalam aspek administrasi dan pelayanan kesehatan” ujarnya.[*]