Kamis, Feb 25, 2021

Yudisium Ke-3 FUAD: Lulusan Ushuluddin Harus Siap dengan Perkembangan Dunia Akademik Global

Tulungagung. Kajian Islam saat ini tidak hanya menjadi mata kuliah keagamaan, tetapi juga menjadi kajian umum yang juga dibuka di berbagai universitas baik yang berafiliasi dengan agama tertentu dan perguruan tinggi umum nasional maupun internasional. Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Tulungagung merupakan fakultas yang memberikan ruang seluas-luasnya untuk mengkaji agama, khususnya Agama Islam secara multi disiplin, mulai dari teologi, bahasa, filsafat, sosiologi, mistisisme, hingga dakwah. Oleh sebab itu, alumni FUAD diharapkan mampu memperdalam keilmuannya, membuat jejaring ilmuwan dan membuka peluang untuk terus berkreasi dan berpikir kritis di bidang ilmu yang diminati masing-masing.

Demikian disampaikan oleh Yusuf Daud, Ph.D. dalam Yudisium ke-3 Program Strata 1 Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Tulungagung yang diselenggarakan pada hari ini, Jumat, 12 Agustus 2016 di Gedung Pascasarjana IAIN Tulungagung. Yudisium yang pertama kali diadakan secara mandiri oleh fakultas ini diikuti oleh 30 yudisiawan yang terdiri atas sembilan yudisiawan dari Jurusan Ilmu Al Quran dan Tafsir, lima yudisiawan dari Filsafat Agama dan Jurusan 16 yudisiawan dari Jurusan Tasawuf Psikoterapi. Turut hadir pula Rektor, Wakil Rektor, Kepala Biro AUAK, Ketua dan Sekretaris Jurusan di FUAD IAIN Tulungagung, dan tamu undangan lainnya.

Yusuf Daud menambahkan, kajian Islam khususnya tasawuf telah mengglobal di berbagai perguruan tinggi internasional, khususnya di beberapa negara bagian Amerika Serikat. Kajian Islam saat ini telah mulai terintegrasi dengan isu-isu kontemporer, seperti climate change, resolusi konflik dan dialog antar umat beragama. Oleh karena itu, Yusuf Daud berpesan tiga hal kepada peserta yudisium. Pertama, memberikan cahaya pelayanan. Manusia pada dasarnya adalah memberikan pelayanan kepada Sang Pencipta, maupun pelayanan kepada siapa pun atasan mereka, sehingga mereka mampu memberikan kontribusi yang nyata terhadap lingkungan baru. Kedua, memberikan persahabatan, membuat jejaring dengan baik, khususnya di bidang akademik. Yudisiawan diminta untuk membuat jejaring ilmuwan/ilmu pengetahuan yang juga berhubungan atau mendukung bidang ilmunya. Hal itu karena ilmu pengetahuan saat ini sangat kompleks, berkembang cepat dan integratif. Ketiga, memberi bimbingan. Saat ini, yudisiawan telah mendapatkan kesarjanaannya sehingga diharapkan memberikan bimbingan kepada masyarakat sekitarnya. Dengan demikian, ilmu yang telah dipelajari akan bermanfaat.

Pada kesempatan ini, Dekan FUAD, Dr. Abad Badruzaman, menyampaikan 5 hal kepada para yudisiawan. Pertama, bahwa para yudisiawan saat ini telah mencapai level Sarjana dimana predikat ini menuntut penyandangnya untuk bisa berpikir lebih dewasa. Kedua, seorang sarjana harus berwawasan dan visoner, mampu membaca dan memetakan masa depan. Ketiga, menjadi pribadi yang percaya dairi dan tidak mengecewakan ekspektasi masyarakat. Keempat, tidak berputus asa dalam belajar dan berusaha. Kelima, tetap "terhubung" kepada Allah SWT. Dekan menambahkan, watak keilmuan FUAD memang tidak "pro pasar", tapi justru hal inilah yang menjadi sebab alumni FUAD adalah sarjana yang menciptakan pasar. "Dimana-mana yang namanya pewarna itu jumlahnya lebih sedikit daripada yang diwarnai," ujar Dekan.

Rektor IAIN Tulungagung, Dr. Maftuhin, M.Ag., dalam sambutannya menjelaskan salah satu bidang keilmuan yang diajarkan di FUAD adalah filsafat. Meskipun hanya sedikit mahasiswa yang belajar di jurusan filsafat agama, Rektor berpesan untuk tidak berkecil hati, karena yang sedikit itulah yang akan mampu memimpin, karena telah dibekali oleh ilmu-ilmu tentang bagaimana berpikir dan menjadi sarjana yang visioner. Oleh karena itu, Rektor meminta kepada seluruh yudisiawan untuk tidak berhenti belajar hanya sampai di jenjang S1, tetapi harus melanjutkan studinya hingga S2danS3 serta memperdalam, membangun dan mengembangkan bidang ilmunya. “Jadilah orang-rang yang raasikhuuna fil ‘ilmi (orang-orang yang memperdalam ilmunya),” pesan Rektor.[*]