Kamis, Feb 25, 2021

Tim Asesor BAN-PT Laksanakan Asesmen Lapangan untuk Prodi Tasawuf dan Psikoterapi

Tulungagung. Di penghujung tahun 2015, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Tulungagung punya gawe besar, yakni asesmen lapangan untuk Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi. Asesmen lapangan dilaksanakan pada tanggal 21 dan 22 Desember 2015. Tim asesor yang ditugaskan oleh BAN-PT adalah Prof. Kwartarini Wahyu Yuniarti, M.Med.,Sc.,Ph.D. (Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta) dan Dr. Abdul Muhaya, M.A. (UIN Walisongo Semarang).

Kehadiran Tim Asesor BAN-PT disambut oleh Wakil Rektor I IAIN Tulungagung (Prof. Imam Fu'ady, M.Ag.), Wakil Rektor II IAIN Tulungagung (Dr. Nur Efendi, M.Ag.), Kepala Biro AUAK (Dr. Hj. Binti Maunah, M.Pd.I.), Dekan FUAD (Dr. H. Abad Badruzaman, Lc, M.Ag) dan jajaran Wakil Dekan, serta Ketua dan Sekretaris Jurusan di Lingkungan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Tulungagung.

Pada hari pertama, setelah acara pembukaan dilanjutkan dengan presentasi oleh Ketua Prodi Tasawuf dan Psikoterapi. Selanjutnya asesor melakukan wawancara dengan para pimpinan unit, mulai dari Dekan, Ketua Lembaga Penjamin Mutu (LPM), Kepala Perpustakaan, dan Ketua Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi. Setelah jam istirahat, agenda selanjutnya adalah wawancara dengan dosen dan tenaga kependidikan. Pada sesi terakhir, tim asesor melakukan wawancara dengan stakeholder, alumni, dan mahasiswa.

Pada hari kedua tim asesor melakukan peninjauan prasarana dan sarana kampus. Setelah semua tahap verifikasi data selesai, tim asesor melakukan diskusi tertutup untuk penyusunan laporan akhir tim asesor. Dalam sesi acara penutupan asesmen lapangan, tim asesor menyampaikan laporan akhir asesmen lapangan yang dibacakan di hadapan pimpinan institusi dan pihak terkait lainnya serta pembuatan berita acara yang ditandatangani kedua belah pihak.

Prof. Kwartarinimenyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada civitas academica IAIN Tulungagung khususnya Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwahdalam usahanya mengembangkan prodi Tasawuf dan Psikoterapi. Beliau tertarik dan ingin belajar kepada teman-teman dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dalam upaya mengawinkan disiplin ilmu tasawuf dan psikoterapi. Salah satu kelebihan dari prodi ini adalah adanya healing dalam proses terapi, jadi tidak melulu dengan pendekatan psikologi.

Asesmen lapangan ini memberikan pelajaran yang berharga bagi IAIN Tulungagung umumnya dan bagi prodi Tasawuf dan Psikoterapi khususnya dalam mengembangkan kapasitasnya sebagai prodi yang mencita-citakan terciptanya pusat kajian Tasawuf dan Psikoterapi yang unggul dalam mencetak sarjana yang mampu memberi solusi bagi masalah kejiwaan dengan pendekatan psikologis dan sufistik pada tahun 2019.[*]