Kamis, Oct 01, 2020

Pengumuman

Seminar Nasional "Dinamika Pemikiran dan Sastra di Dunia Arab"

Selasa, 26 Februari 2020, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) mengadakan seminar dengan tema: “Dinamika Pemikiran dan Sastra di Dunia Arab” dengan mengundang nara sumber Cecep Taufikurrohman, MA. Beliau adalah pakar Timur Tengah sekaligus sebagai pegawai lokal staff Atase Pendidikan di KBRI Mesir yang saat ini masih menempuh program doctoral di Universitas al-Azhar Mesir. Seminar dimulai dengan sambutan pembukaan oleh Dr. Teguh Ridwan selaku Wakil Dekan I FUAD dan doa oleh Muhammad Khoirul Malik Lc., M.A.

Kemudian acara dilanjut dengan seminar dengan pemateri tunggal oleh Bapak Cecep Taufikurrohman, M.A., yang dipandu oleh Luthfi Ulfa Ni’amah, M.Kom.I sebagai moderator. Acara dibuka oleh moderator dengan mengenalkan narasumber kepada peserta seluruh peserta seminar. Setelah ituwaktu diserahkan sepenuhnya kepada narasumber. Dalam awal penuturannya, sebagaimana pengalaman beliau sebagai orang yang tinggal di Mesir selama lebih kurang 16 tahun. Beliau bercerita mulai dari munculnya gejolak politik dan sosial yang terjadi di timur tengah yang terkenal Arab Spring. Dimulai dari Tunia, kemudian Mesir dan merambah hampir di seluruh negara Arab. Peristiwa besar ini telah merubah beberapa kebijakan politik di Timur Tengah yang tentu berismbas pula pada dunia pendidikan termasuk mahasiswa-mahasiswa dari Indonesia.

Selanjutnya beliau membahas tentang sastra di dunia Arab. Beliau bercerita tentang seorang tokoh Sastra Arab kelahiran Indonesia yang jarang diketahui oleh mahasiswa-mahasiswa sastra arab kita di Indonesia yaitu Ali Ahmad Bakatsir. Seorang sastrawan Arab kelahiran Surabaya 10 Desenber 1910. Menjalani masa anak-nak di Surabaya tepatnya di daerah Ampel Surabaya hingga usianya sepuluh tahun kemudian hijrah ke Hadramaut Yaman tempat leluhurnya dan akhirnya tinggal di Mesir. Karyanya Audatul Fir’daus (kembalinya surga) merupakan alat propaganda yang bermanfaat untuk memperkuat perjuangan diplomasi Indonesia dalam menghadapi penjajah.

Setelah panjang lebar membahas masalah sastra, tiba saatnya pada pembahasan yang telah ditunggu-tunggu oleh para peserta yaitu pembahasan tentang pengalaman suka dan duka Pak Cecep selama kuliah di Mesir. Semua peserta antutias mendengarkan cerita beliau, mulai awal perjalanan beliau sebagai mahasiswa S1 di UIN Jakarta kemudian lanjut S2 dan S3 di Al-Azhar Mesir hingga karir beliau menjadi staff pegawai KBRI di Mesir. Cerita demi cerita telah mengaduk-aduk emosi peserta seminar. Ini terbukti diakhir acara banyak peserta yang bertanya tentang bagaimana dan apa saja yang harus disiapkan jika ingin melanjutkan study ke Mesir. Moderator kebingungan untuk memilih penayanya karena banyaknya penanya. Aula Arief Mustaqiem yang dipadati sejumlah 300-an pseerta seminar bergemuruh oleh suara-saura saling berebut untuk diberikan kesempatan bertanya.

Dengan diselenggaranya acara ini panitia punya tiga harapan besar, yaitu: pertama, mengenalkan mahasiswa kepada perkembangan pemikiran dan sosial di Timur Tengah, ini menjadi penting karena Arab atau timur tengah pada umumnya merupakan Asal-usul ilmu-ilmu keislaman. Kedua, memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk menggapai mimpi-mimpi mereka melanjutkan studi ke luar negeri, ternasuk didalamnya Mesir. Dan tujuan ketiga adalah upaya kampus IAIN Tulungagung lebih khusus FUAD untuk menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan di Mesir sebagai upaya pengembangan institusi kampus.

Selain tujuan-tujuan tersebut ada tujuan yang lebih penting yaitu untuk memperkuat bidang ilmu-ilmukeislaman sebelum lembaga ini naik statusnya menjadi Universitas. Sebagaimana kita ketahui saat ini IAIN Tulungagung sedang berproses mengembangkan kelembagaan dari status IAIN menjadi UIN. Dalam proses peralihan ini ada semacam kekhawitiran dari beberapa pihak terhadap perkembangan jurusan-jurusan keislaman yang ada di IAIN. Karena peralihan ini tidak saja menyebabkan terjadinya perubahan status, tetapi juga menuntut adanya perubahan bangunan keilmuan yang ada didalamnya. Akankah setelah menjadi universitas lembaga ini mampu mempertahankan jurusan-jurusan yang memiliki rumpun ilmu keislaman. Lebih lanjut lagi masihkah calon mahasiswa masih berminat kuliah pada fakultas keislaman disaat munculnya jurusan-jurusan baru? Kegelisahan ini wajar muncul kepermukaan karena dari tahun ke tahun input PTKAI pada umunya tidak sepenuhnya berasal dari Madrasah Aliyah atau Pondok Pesantren. Lebih dari separuh mahasiswa baru yang masuk di IAIN berasal dari SMA atau SMK.

 

Dok. Akademik

Polling

Jurusan yang anda minati?

Ilmu Al-Quran Dan Tafsir - 10.1%
Aqidah dan Filsafat Islam - 3.1%
Tasawuf & Psikoterapi - 5.3%
Bahasa dan Sastra Arab - 4.8%
Komunikasi & Penyiaran Islam - 12.1%
Bimbingan Penyuluhan Islam - 6.9%
Sejarah Peradaban Islam - 4.5%
Psikologi Islam - 19%
Sosiologi Agama - 9.5%
Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam - 9.1%
Manajemen Dakwah - 9%
Ilmu Hadis - 6.6%

Total votes: 976
The voting for this poll has ended on: 20 Jul 2019 - 00:00

Pengunjung

262663
TodayToday49
YesterdayYesterday220
This_WeekThis_Week630
This_MonthThis_Month49
All_DaysAll_Days262663