Selasa, Aug 20, 2019

MAHASISWA KPI HUNTING FOTO KEHIDUPAN PASAR RAKYAT

Pagi itu suasana pasar sudah ramai dengan aktivitas para pedagang yang menjajakan aneka dagangannya kepada pengunjung pasar. Kemudian cekrek...cekrek... salah seorang mahasiswa mencoba mengabadikannya lewat kamera digital dan kamera ponsel miliknya. Untuk mendapatkan suasana yang cair dalam memotret, sesekali sang pemotret aktif melakukan pendekatan-pendekatan dan berinteraksi dengan para pedagang pasar. Aksi yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) semester 6, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan  Dakwah, IAIN Tulungagung ini sempat mendapat banyak perhatian pedagang pasar. Aksi tersebut merupakan rangkaian dalam kegiatan Hunting Foto Jurnalistik mahasiswa KPI mata kuliah Teknik Fotografi, Kamis (28/3) di Pasar Rakyat Sumbergempol, Tulungagung.

“Hunting foto ini mengajak mahasiswa untuk memotret kehidupan pasar rakyat yang mulai jarang disambangi oleh orang tua dan khususnya anak muda. Disamping itu mereka juga diajak untuk berlatih dan belajar bagaimana memotret foto jurnalistik human interest dan cara berkomunikasi dengan para pedagang sebagai obyek fotonya menggunakan etika,” terang Mohammad Solihin, M.A., dosen KPI pengampu mata kuliah Teknik Fotografi ini.

Sebanyak 54 mahasiswa KPI semester 6A dan 6B mempraktekkan metode EDFAT (Entire, Detail, Frame, Angle, dan Time) foto jurnalistik dalam kegiatan hunting foto pasar rakyat. Mereka menyusuri tiap sudut-sudut pasar untuk mencari obyek menarik dan pencahayaan pagi hari. Sebagian dari mereka memiliki kesan yang berbeda-beda. Sony, mahasiswa KPI ini mengaku baru pertama kalinya hunting foto di pasar. “Biasanya saya selalu hunting foto di pantai, gunung, dan hutan. Namun kali ini hunting foto di pasar rakyat merupakan pengalaman baru bagi saya sekaligus juga mendapat cerita dan pengalaman mengenai keluh kesahnya pedagang ketika berinteraksi dengan penjual gorengan dan kopi sebelum saya potret,“ ujarnya.

Lain halnya dengan Isti, mahasiswi KPI semester 6B. Menurutnya, hunting foto pasar rakyat mendapat kesan tersendiri yaitu menjadikan dirinya tahu bagaimana cara mengambil foto yang bercerita dan cara pendekatan berbeda dengan pedagang yang berbeda pula. “Hunting foto ini tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar motret jurnalistik secara langsung, namun juga tentunya bisa motret sambil jajan jajanan pasar tradisional,” ungkapnya yang sudah mulai memotret secara otodidak sejak SMP ini. (cak sol)