Jumat, Nov 24, 2017

Jurusan BKI dan BNN Tulungagung Selenggarakan Seminar dan Penyuluhan Anti Narkoba

Tulungagung. Narkotika dan obat-obat terlarang (narkoba) adalah musuh bersama umat manusia segala usia, termasuk generasi muda. Belakangan ini, tidak sedikit generasi muda yang terjerat persoalan narkoba. Padahal, generasi muda diharapkan bisa menjadi ujung tombak perubahan untuk membangun bangsa yang lebih baik. Data Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebutkan kampus-kampus di Indonesia, baik negeri maupun swasta, telah menjadi sasaran empuk peredaran Narkoba. Inilah yang menyebabkan saat ini Indonesia berada dalam status darurat narkoba.

Menghadapi fenomena ini, Jurusan Bimbingan dan Konseling Isam (BKI) bekerjasama dengan BNN Tulungagung menggelar Seminar dan Penyuluhan Anti Narkoba dengan tema “Membentuk Mental Sehat Menuju Indonesia Bebas Narkoba”. Seminar ini dilaksanana di Gedung Aula Utama IAIN Tulungagung pada Senin, 28 Nopember 2016. Dua orang narasumber berkesempatan memberikan ceramah. Seminar setengah hari ini menghadirkan dua narasumber. Dari BNN Tulungagung diwakili oleh Drs. Tri Arif Praharanto, S.Kom., M.M., sementara dari IAIN Tulungagung diwakili oleh Arman Marwing, M.A., dosen psikologi.

Tri Arif Praharanto menceritakan, banyak dari kita mengetahui peredaran narkoba, tapi tidak mampu mencegahnya. Hal ini disebabkan kurangnya kepedulian antar sesama dalam masyarakat. Oleh karena itu, untuk mencegah peredaran narkoba, masyarakat yang mengetahui ada praktek peredaran narkoba dimohon untuk menghubungi kantor polisi terdekat atau langsung ke kantor BNN. Tindakan ini berlaku juga tatkala masyarakat memiliki kecurigaan pada suatu makanan, timbul keraguan pada makanan tersebut apakah mengandung unsur narkoba atau tidak. “Sikap proaktif masyarakat akan sangat membantu upaya pemberantasan narkoba,” tegas Kepala Seksi Rehabilitasi BNN Kabupaten Tulungagung ini.

Sementara itu, Arman Marwing memberikan penjelasan secara teoritis tentang jenis-jenis zat yang menyebabkan kecanduan, apa dan bagaimana terjadinya proses kecanduan, serta langkah konseling yang ditempuh untuk pecandu narkoba. Dia menjelaskan mengkonsumsi narkoba memberikan dampak psikologis dimana pecandunya tidak bisa lagi mengontrol dirinya dan tidak bisa berperilaku sosial (gangguan fungsi sosial) yang seterusnya hal ini akan menyebabkan kerusakan fungsi otak.

Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. H. Teguh, M.Ag., dalam sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa mahasiswa IAIN Tulungagung harus bisa menjadi agent of change dalam membentuk mental sehat menuju Indonesia bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.[*]