Rabu, Jan 18, 2017

FUAD Kaji Ilmu Komunikasi Islam dalam Bedah Buku

Tulungagung. Kamis, (03/11/2016), Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Tulungagung mengadakan acara Bedah Buku berjudul Komunikasi Islam. Kegiatan rutin tahunan ini mengundang penulisnya sendiri, Harjani Hefni,Lc., M.A., untuk mempresentasikan isi buku serta gagasan-gagasan yang dia kemukakan dalam buku tersebut. Bertempat di Aula Utama IAIN Tulungagung, kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa, dosen dan staf FUAD. Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. H. Teguh, M.Ag., berkesempatan membuka acara.

Harjani Hefni menceritakan bahwa buku ini mulai ditulis ketika mengikuti Short Course di Kairo yang dilaksanakan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Agama Islam Kementerian Agama pada tahun 2012. Hal ini didasari oleh ketertarikannya menggeluti bidang komunikasi dan dakwah Islam. “Islam yang mengusung prinsip ‘kaaffah’ atau komprehensif dalam ajarannya tidak membiarkan umatyang meyakininyaberkomunikasitanpa panduan,” ujarnya memulai presentasi.

Buku yang diterbitkan pada tahun 2015 ini mengulas tentang seluk beluk ilmu komunikasi Islam, mulai dari pengertian, ruang lingkup, sumber, konsep dasar, fungsi, bentuk, dan prinsip-prinsip dasar ilmu komunikasi Islam. Dalam buku ini, komunikasi Islam didefinisikan sebagai komunikasi yang berupaya untuk membangun hubungan dengan diri sendiri, dengan Sang Pencipta, serta dengan sesama untuk menghadirkan kedamaian, keramahan dan keselamatan buat diri dan lingkungan dengan cara tunduk dengan perintah Allah dan Rasul-Nya.

“Tindakan apapun dalam komunikasi yang membuat hati seseorang menjadi rusak atau hati orang menjadi sakit atau luka bertentangan dengan ruh komunikasi dalam Islam”, tegasnya.

Penulis yang saat ini menjabat Wakil Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Pontianak ini memetakan fungsi komunikasi dalam delapan bagian: menginformasikan, meyakinkan, mengingatkan, memotivasi, sosial, bimbingan, kepuasan spiritual, dan menghibur.

Harjani Hefni mencontohkan, dalam fungsi untuk Meyakinkan, komunikasi Islam ditamnpilkan dalam bentuk keterampilanberdiskusi dan berdebat yang bisa meyakinkan audiens akan kebenaran Islam. Fenomena Zaker Naek, Ahmad Deedat, Az Zindani (I’jaz al- Islam), terbukti bisa menyedot perhatianpublik lewat media YouTube. “fungsi-fungsi inilah yang saat ini bisa dijadikan agenda besar Jurusan Komuniaksi dan Penyiaran di PTKIN seluruh Indonesia,” pungkasnya.[*]