Rabu, Sep 20, 2017

Pengumuman

Catatan Dekan

CATATAN ABAHNYA FUAD…
Sesuai Organisasi dan Tata Kerja (Ortaker), Jurusan Ushuluddin IAIN Tulungagung beralih nama menjadi Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD). Andai saja setelah kata “Dakwah” ada kata “Islam,” tentu singkatannya FUADI. Siapa yang menetapkan Ortaker? Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemenpan). Kok bisa Kemenpan begitu rupa mengalih nama dari Ushuluddin “saja” menjadi Ushuluddin, Adab dan Dakwah? Dugaan kasar saya, “beberapa orang” di Kemenpan yang menangani Ortaker berkonsultasi ke “beberapa orang” di Kementerian Agama (Kemenag) yang punya wewenang atau jelajah-kerja di bidang Perguruan Tinggi Islam, terutama yang terkait dengan pemetaan Fakultas dan Jurusan. Namanya dugaan, tidak bisa dipegang, tidak untuk dikembangkan. Bahkan kata al-Qur`an, banyak dari dugaan dosa belaka.
Nyatanya kini Jurusan Ushuluddin IAIN Tulungagung sudah sah menjadi FUAD. Hingga di sini beberapa poin patut dikupas:
Pertama, seperti terbaca, FUAD merangkum, menaungi, atau lebih praktisnya mengelola tiga bidang keilmuan: Keushuluddinan, Keadaban, dan Kedakwahan. Sejauh ini, di beberapa IAIN dan Sekolah Tinggi Islam, jika Ushuluddin tidak sendiri, maka gandengannya umumnya Dakwah. Secara rumpun, antara Ushuluddin dan Dakwah memang “tidak jauh-jauh amat.” Lha ini tiba-tiba Adab “ikut-ikutan”. Lagi-lagi dugaan, Adab dicangkokkan ke Ushuluddin dan Dakwah dalam rangka mendongkrak jumlah mahasiswa Fakultas Ushuluddin. Bukan rahasia, selama ini Ushuluddin dan Dakwah merupakan Fakultas yang paling minim diminati oleh para calon mahasiswa baru PTAI. Di saat sama, peminat Adab juga tidak terbilang bagus dibanding Fakultas atau Jurusan lainnya. Harapannya: merger dari tiga Fakultas atau Jurusan langka peminat menghasilkan satu Fakultas yang mahasiswanya “lumayan” banyak. Rumusan kasarnya: Sedikit tambah sedikit tambah sedikit jadi lumayan banyak.
Kedua, dibanding Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FATIK), jumlah mahasiswa FUAD tentu tak seberapa. Hanya saja, mengelola Fakultas bukan melulu mengurus mahasiswa dalam arti orang perorangnya. Lebih dari itu, mengelola Fakultas berarti merumuskan distingsi setiap Prodi yang dikelola yang kemudian tercermin dalam visi dan misi, merumuskan pola-relasi antar-Prodi, menyiapkan kurikulum berikut sebarannya, memperkuat argumen mata-kuliah yang ditawarkan dengan deskripsi mata-kuliah, menyiapkan perangkat kurikulum serupa sibalus, dan lain semacamnya.
Ketiga, seperti telah disinggung, FUAD terdiri dari tiga ranah keilmuan: Ushuluddin, Adab dan Dakwah. Maka tugas para pengelola FUAD adalah membuat jembatan penghubung antara ketiga ranah tersebut, sehingga “Ushuluddin, Adab dan Dakwah” terlihat sebagai satu-kesatuan utuh. Sebuah tugas berat memang. Bayangkan, bagaimana menjalin atau mencari titik-titik temu antara Ushuluddin dan Adab; yang satu ranah pemikiran sedang satunya ranah sastra, antara Adab dan Dakwah; yang satu ranah sastra dan satunya ranah praksis-keagamaan. Tegasnya, para punggawa FUAD bakal punya gawe berat plus besar.
Keempat, sesuai harapan Rektor IAIN Tulungagung, mergernya Adab dan Dakwah ke Ushuluddin itu sifatnya hanya sementara. Dua tahun ke depan, tegas Rektor, ketiganya harus “cerai”. “Perceraian” itu, dalam bayangan Pak Rektor seiring dengan alih-statusnya IAIN Tulungagung menjadi UIN Tulungagung. Maka sesungguhnya civitas akademika IAIN Tulungagung secara umum memiliki tugas besar mewujudkan “mimpi” Pak Rektor, juga mimpi kita semua, yakni menjadikan usia IAIN Tulungagung tidak terlalu lama karena peralihan status menjadi UIN. UIN sungguhan, bukan UINsyaallah…
Kembali lagi ke FUAD. Sebelum akhirnya Adab dan Dakwah berpisah dari Ushuluddin, FUAD harus terlebih dahulu mengalami masa kejayaan. Tiga wilayah penyokong teritori FUAD harus terlebih dulu bahu-membahu membesarkan nama FUAD sehingga benderanya berkibar gagah dan meyakinkan, tidak malu-malu dan malu-maluin. Sehingga ketika saatnya nanti mereka berpisah, maka perpisahannya dikarenakan tuntutan teknis-praktis-akademis, bukan karena adanya disharmonis ataupun percekcokan tak berkesudahan.
Adapun sekarang, jangan dulu berpikir tentang “perceraian.” Melainkan mari menjadikan bayi unyu bernama FUAD ini tumbuh, besar, dewasa, matang, berwibawa, berguna dan bermartabat. Tugas terberat dan terbesar menjadikan FUAD seperti itu ada di pundak Abahnya FUAD. Tapi saya, sebagai Abahnya FUAD, tentu tidak mungkin kerja sendirian. Maka siapa pun nanti yang akan menemani saya; baik di level wakil dekan, maupun di jurusan serta unsur struktur lainnya, mereka harus berikrar akan bekerja penuh kesungguhan untuk bersama-sama memajukan FUAD kebanggaan.
Wallâh al-Musta’ân…

Dok. Akademik

Polling

Jurusan yang anda minati?

Ilmu Al-Quran Dan Tafsir - 20.8%
Tasawauf Psikoterapi - 62.4%
Filsafat Agama - 16.8%

Total votes: 101
The voting for this poll has ended on: 04 Nov 2014 - 12:59

Pengunjung

128655
TodayToday24
YesterdayYesterday119
This_WeekThis_Week353
This_MonthThis_Month2087
All_DaysAll_Days128655